Mahasiswa UIN Ponorogo Kunjungi DPRD Dalam Rangka off Campus Course FEBI
![]() |
| Mahasiswa FEBI UIN Ponorogo |
PONOROGOPOS- Ratusan mahasiswa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari) Ponorogo Kunjungi DPRD dalam Rangka off Campus Course FEBI UIN pada Jumat (30/10/2026). Dalam kunjungan tersebut mahasiswa dapat dua materi yang sampaikan Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno dan disampaikan Pamuji sebagai wakil ketua DPRD.
Materi dari ketua DPRD berjudul: Kepemimpinan politik dan diplomasi kekuasaan: peluang dan tantangan pebisnis muda dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pebisnis muda dalam panggung politik kekuasaan, baik di lembaga eksekutif maupun legislatif membawa modal sosial dan profesionalisme baru yang sangat dibutuhkan.
“Pebisnis muda juga inovatif kultur kerja dan efisiensi birokrasi. Dimana pebisnis muda terbiasa dengan kultur modern yang menuntut efisensi, kelincahan (agility) dan orientasi hasil (KPI-driven). Ketika memegang kekuasaan politik pebisnis muda memiliki peluang besar untuk memotong rantai birokasi yang lamban,” jelas Dwi Agus Prayitno.
Disamping itu pebisnis muda juga punya ketajaman eksekusi ekonomi dan investasi, punya pemahaman mendalam tentang ekosistem pasar rantai pasok (supply chain) serta dinamika permodalan. “Pebisnis muda di Ponorogo dapat mangakselerasi potensi produk lokal seperti pertanian organik, industri kreatif reog serta sektor pariwisata,” ungkap Dwi.
Tak hanya itu. Pebisnis muda kata Dwi, memiliki kepekaan naluriah terhadap kebutuhan para pelaku UMKM, dapat merumuskan kebijakan daerah yang pro investasi rakyat, memperoleh ijin usaha, memberikan akses perbankan serta menciptakan inkubator bisnis bagi generasi milenial dan gen Z.
“Mentalitas pengambil resiko terukur (culculated Risk-Taking). Pebisnis muda berani mengambil keputusan terobosan yang terukur (culculated risk) demi mendobrak ketertinggalan ekonomi daerah,” jelasnya.
Dwi Agus Prayitno lantas memberi 3 rekomendasi. Pebisnis muda di politik: harus melakukan disengagement atau pemisahan tegas antara managemen bisnis pribadi dengan jabatan politik untuk mencegah konflik kepentingan. Bagi perguruan tinggi (FEBI) UIN Ponorogo perlu memperkuat kurikulum political Ekonomy dan Syariah Leadership agar lulusan tidak hanya menguasai teori bisnis tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan dan kepekaan politik.
Bagi pemerintah daerah dan DPRD harus terus membuka pintu kolaborasi riset, penyediaan insentif bagi kewirausahaan pemuda dan ruang partisipasi publik berbasis digital bagi generasi muda Ponorogo.
Sementara pemateri Pamuji wakil ketua DPRD lebih menekankan pada kepemimpinan berkarakter di era perubahan, apa itu pemimpin, pengertian kepemimpinan, gaya kepemimpinan, karakter pemimpin jaman sekarang, kepemimpinan dalam perspektif Islam, serta tantangan dan solusi pemimpin muda. (yani)
