Sahabati Ayati Rubiah, Nahkoda Baru Ketua Fatayat NU Mangunsuman
![]() |
| Sahabati Ayati Robiah, S.Pd Ketua Fatayat NU Mangunsuman terbaru |
PONOROGOPOS- Ranting Fatayat NU Mangunsuman Siman Ponorogo usai menggelar rapat anggota dengan agenda pertanggungjawaban ketua lama dan memilih ketua baru yang berlangsung di Ndalem Joglo 234 Jl. Batoro Katong Ponorogo.
Siti Asiyah, S.Pdi Ketua Ranting Fatayat NU Mangunsuman sebelum dimisioner mengatakan, organisasi fatayat NU adalah organisasi berjuang. Maka seluruh kader harus tetap kompak dan solit demi keberhasilan dalam berjuang. “Saya mewakili pengurus periode 2022-2025 mohon maaf selama memimpin. Tentu dibalik kekurangan ada kelebihan. Semoga kelebihan membawa berkah untuk kita semua,” ungkapnya.
Setelah laporan pertanggungjawaban pengurus lama diterima, rapat selanjutnya dipimpin oleh Hj. Nurhidayati, Ketua Ancab Fatayat NU Siman untuk memilih ketua yang baru. Akhirnya pemilik suara sepakat bahwa pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat dan menolak pemilihan langsung (voting).
Akhirnya terpilihlah Ayati Rubiah sebagai Ketua Ranting Fatayat NU Mangunsuman periode 2026-2029. Untuk menyusun kepengurusan juga telah terbentuk tim formatur.
![]() |
| Anggota Fatayat NU Mangunsuman foto bersama pengurus PAC, pembina dan pengurus ranting NU beserta Banom |
Hj. Nurhidayati, Ketua Ancab Fatayat NU Siman mengaku cukup bangga dengan banyaknya kader Fatayat NU Mangunsuman. Yang cukup membanggakan lagi dalam lomba Fatayat NU Awards yang digelar oleh Fatayat NU Cabang Ponorogo, Fatayat NU Mangunsuman juara II se-Ponorogo tahun 2024. “Ini sebuah prestasi yang luar biasa dan mudah-mudahan ditiru oleh ranting-ranting yang lain. Selamat dan sukses,” ungkapnya.
Dwi Agus Prayitno, Wakil Ketua I Tanfidziyah Ranting NU Mangunsuman mengucapkan selamat atas terpilihnya sahabati Ayati Robiah menjadi ketua. “Fatayat NU ke depan banyak tantangan yang harus dihadapi,” ungkapnya.
Tantangan itu antara lain: meningkatkan kualitas kader. Pengkaderan menjadi prioritas utama untuk memastikan keberlanjutan organisasi. Juga Fatayat NU perlu memperkuat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi dan sosial.
“Fatayat NU harus siap menghadapi perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi digital dan isu-isu global. Fatayat NU juga perlu meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan untuk meningkatkan kualitas hidup kader,” jelas Dwi Agus Prayitno.
Sementara itu Dr Basuki, Ketua Tanfidziyah Ranting NU Mangunsuman mengatakan, Fatayat NU Mangunsuman perlu punya program unggulan yang bisa memberdayakan perempuan itu sendiri. “Kami ucapkan selamat semoga Fatayat NU Mangunsuman tambah maju dan banyak kader dibawah usia 45 tahun,” harapnya. (yani)

