[] NEWS

Pohon Soekarno Tumbuh Subur di Madinah, Sukseskan Program Saudi Green Initiative 2030

 

Jalanan menuju masjid Nabawi banyak ditanam pohon Sukarno atau pohon Mindi

Pohon Sukarno atau lebih kita kenal pohon Mindi (melia azedarach) banyak ditanam di kota Madinah, terutama dijadikan pohon pelindung di pinggir jalan. 

Muhammad Yani, jurnalis Ponorogo Pos melaporkan dari Kota Madinah, rupanya pemerintah Arab Saudi punya program  penanaman pohon harus mencapai 450 juta sampai tahun 2030. Program itu lebih di kenal dengan nama Saudi Green Initiative 2030.

Yang jadi pertanyaan, apa tanah Madinah dan Makkah bisa ditanami. Setahu kita tanahnya bebatuan, gurun pasir dan jarang hujan. Tumbuhan pasti mati. Apakah program tersebut akan jalan?

Rupanya Arab Saudi tidak kekurangan akal. Mau tanam pohon supaya subur gampang. Setelah tanah dilubangi (dicemplongi) sesuai yang diinginkan,  disiapkan tanahnya impor dari luar negeri, lalu dipupuk dan disiram air secara rutin. Dengan cara itu tumbuhan bisa subur di pinggiran jalan, terutama jalanan Madinah.

Rupanya pohon mindi di Madinah juga banyak ditanam di Arafah.  Disebut "Pohon Sukarno" karena memang Sukarno yang kala itu masih Presiden RI  yang memperkenalkan dan membawa bibitnya ke Arab Saudi.

Ceritanya, tahun 1955, saat berhaji bung Karno wukuf di Arafah dan merasakan langsung panas terik padang pasir 38-42°C. Dia lalu usul ke Raja Saud bin Abdulaziz agar Arafah ditanami pohon rindang biar jamaah haji bisa berteduh.

Usul Sukarno disetujui. Lantas Sukarno mengirim ribuan bibit pohon mindi/mimba dari Indonesia, lengkap dengan ahli tanaman untuk menanam dan merawatnya. Penanaman dimulai sekitar 1960 di lahan 1.250 hektar di Arafah.

Sebagai bentuk penghargaan, Raja Fahd bin Abdulaziz pada 1980 menamakan pohon itu "Syajarah Sukarno" atau Pohon Sukarno. Sampai sekarang jamaah haji masih pakai pohon ini buat berteduh saat wukuf.

Kenapa disebut pohon Mindi? Mindi itu nama lokal Indonesia. Di Sumatera disebut renceh, di Jawa disebut ringging, mindi, atau cakra-cikri. Pohon ini cepat tumbuh, 2 tahun bisa setinggi 4-5 meter, cocok untuk iklim panas Arafah. 

Jadi orang Arab bilangnya pohon Sukarno, orang Indonesia bilangnya pohon mindi/mimba. Pohon yang sama, cuma beda penamaan karena sejarahnya.

Rupanya di Madinah lebih fokus juga menanam  pohon yang cocok iklim gurun dan punya nilai ekonomi atau sejarah. Pohon itu ditanam di kebun.

Yang paling diutamakan adalah pohon kurma dimana pohon ini paling ikonik. Ada lebih kurang 17 varietas yang didokumentasikan di Atlas Kurma Madinah.

Luas kebun kurma di sana sekitar 18.502 hektar dengan 30 juta lebih pohon. Gubernur Madinah juga galakkan penanaman: Gaharu Cendana dan lain-lain.  

Tujuannya buat penghijauan sekaligus dukung ekonomi lokal dan keanekaragaman hayati. (*)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar