DPRD Ponorogo Menghormati dan Menyerahkan ke Aparat Penegak Hukum
![]() |
| Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno |
PONOROGOPOS- Ditengah dinamika yang terjadi di kabupaten Ponorogo, DPRD Kabupaten Ponorogo menghormati dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang terjadi di DPRD Kabupaten Ponorogo kepada aparat penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami menyadari kondisi ini menimbulkan perhatian dan keresahan di tengah masyarakat. Hal ini menjadi bahan introspeksi dan evaluasi bagi kami untuk terus menjaga marwah lembaga serta meningkatkan kepercayaan kepada masyarakat,” ungkap Dwi Agus Prayitno, Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Selasa (11/8/2026).
Diketahui, seluruh anggota DPRD Ponorogo diperiksa Kejaksaan Negeri Ponorogo terkait dana tunjangan perumahan. Kejaksaan telah menetapkan dua tersangka yaitu FS selaku mantan staf sekretariat DPRD Ponorogo dan S selaku mantan ketua DPRD Ponorogo. Keduanya kini ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dwi Agus Prayitno mengatakan, apapun yang terjadi roda pemerintahan harus tetap berjalan, pelayanan kepada masyarakat juga harus tetap berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena dinamika yang terjadi tidak boleh menghentikan pengabdian dan pelayanan kepada masyaraktat. “Kita tidak boleh membiarkan satu persoalan menghentikan langkah besar Ponorogo menuju masa depan,”jelasnya.
Beliau menjelaskan, terlalu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian, masih banyak anak-anak Ponorogo yang membutuhkan pendidikan terbaik, masih banyak petani yang membutuhkan kepastian dan dukungan, masih banyak pelaku UMKM yang membutuhkan akses pasar dan penguatan usaha. Juga masih banyak infrastruktur yang harus dibenahi. Masih banyak petani dan potensi pariwisata yang harus dikembangkan dan masih banyak harapan masyarakat yang perlu diperjuangkan.
“Untuk itu mari kita kembalikan ke tujuan utama kita bekerja dan berbakti untuk masyarakat Ponorogo,” pintanya.
Menyinggung masalah hari jadi Kabupaten Ponorogo, Dwi Agus Prayitno menjelaskan, umur 530 bukanlah perjalanan yang singkat. Didalam rentang perjalanan sejarah tersebut tersimpan begitu banyak kisah perjuangan pengorbanan keteladanan serta semangat masyarakat Ponorogo dalam menjaga jati diri dan membangun daerahnya.
Hari jadi Kabupaten Ponorogo bukan hanya sekedar penanda bertambahnya usia sebuah daerah. Lebih dari itu hari jadi merupakan momentum bagi kita untuk menengok perjalanan masa lalu memahami perjuangan para pendahulu mensyukuri apa yang telah kita capai sekaligus meneguhkan langkah untuk menhadapi tantangan di masa yang akan datang.
Hari jadi harus menjadi jembatan antara sejarah dengan kondisi hari ini dan cita-cita masa depan. Untuk mengenang masa dahulu kita tidak hanya mengenang nama dan masa tapi semangat perjuangan mereka mengenai kerja nyata pengabdian serta membangun yang memberikan manfaat bagi masyarakat Ponorogo.
Ponorogo memiliki identitas dan karakter yang sangat kuat. Ponorogo adalah daerah yang dikenal dengan kekayaan budaya tradisi nilai-nilai religius serta semangat gotong- royong masyarakatnya.
Reog Ponorogo bukan hanya kesenian tapi di dalamnya terdapat nilai-nilai keberanian keteguhan kebersamaan kreatifitas dan kebanggan terhadap jati diri daerahnya. Demikian pula tradisi pesantren menyajikan kehidupan keagamaan serta berbagai kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat merupakan kekuatan sosial yang terus dijaga dan terus di kembangkan.
Ditengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat identitasnya daerah menjadi sangat penting. Tidak boleh kita kehilangan akar budaya sebaliknya kemajuan teknologi harus kita manfaatkan untuk memperkenalkan melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya. Ponorogo akan terus dikenal luas baik di tingkat nasional maupun internasional. Kita ingin Ponorogo maju tanpa kehilangan jati diri.
“Kita ingin masyarakatnya semakin sejahtera tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi kehidupan bersama. Kita ingin pembangunan terus bergerak maju dengan tetap berlandaskan pada karakter budaya dan searifan lokal masyarakat Ponorogo,” jelasnya.
Dalam perjalanan pembangunan kabupaten Ponorogo tentu banyak capaian yang patut diakui dan apresiasi. Namun demikian kita juga harus jujur mengakui bahwa masih terdapat berbagai persoalan dan tantangan yang harus kita hadapi bersama. Kemiskinan pengangguran, kualitas pendidikan kesehatan, infrastruktur, pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, perlindungan sosial pengembangan sektor pertanian serta peningkatan daya saing pemerintah merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan komitmen kita bersama.
Tantangan pembangunan juga semakin komplek, perubahan ekonomi, perkembangan teknologi global, perubahan lingkungan serta dinamika sosial masyarakat menuntut pemerintah daerah dan seluruh pemangku kebijakan agar mampu beradaptasi secara cepat dan tepat. Oleh karena itu pembangunan kabupaten Ponorogo tidak hanya mengandalkan pemerintah.
“Pembangunan adalah tanggung jawab bersama pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, komunitas insan pers, para tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat harus terus membangun sinergi dan kolabosari,” jelas Dwi Agus Prayitno.
“DPRD Kabupaten Ponorogo sebagai lembaga perwakilan daerah berkomitmen untuk menjalankan fungsi. Kami menyadari setiap kebijakan yang dihasilkan harus mampu memberikan dan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang sebesar- besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. (yani)
