Melihat Seragam Loreng Banser, Dada Ketua DPRD Ponorogo Bergetar
![]() |
| Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno menyerahkan sertifikat kepada anggota Banser yang mengabdi cukup lama |
PONOROGOPOS- Saat menjadi Inspektur Apel Purifikasi Satkorcab Banser Ponorogo di Monumen Reog Ponorogo, Minggu, 09/8/2926), Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo Dwi Agus Prayitno mengenang perjalanan pengabdiannya ketika menjadi Sekretaris PC GP Ansor Ponorogo pada 2000-2004.
Saat aat itu dirinya bekerja bersama Drs. Fatchul Aziz selaku Ketua PC GP Ansor Ponorogo dan almarhum Masrur David selaku Kasatkorcab Banser Ponorogo.
“Jujur, saat saya berdiri di atas mimbar Inspektur Apel ini dan melihat seragam loreng Banser yang sahabat-sahabat kenakan, dada saya bergetar,” ungkapnya.
Ia mengatakan, meskipun saat ini mendapat amanah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, ikatan pengabdian sebagai kader Ansor dan Banser tidak pernah hilang.
“Kendati hari ini takdir dan amanah rakyat menempatkan saya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, di dalam darah dan napas saya tidak pernah luntur sedikit pun rasa bangga sebagai kader Banser,” ujarnya.
Dijelaskan, perubahan posisi dan tanggung jawab tidak seharusnya menghilangkan nilai pengabdian yang telah dibangun sejak menjadi kader organisasi.
“Seragam boleh berganti dalam tugas kenegaraan, namun jiwa, ruh, dan komitmen khidmah saya tetap satu barisan dengan kalian,” imbuhnya.
![]() |
| Ketua DPRD Dwi Agus Prayitno yang menjadi inspektur apel Purifikasi Sarkorcab Banser Ponorogo di Monumen Reog |
Sementara apel tersebut dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ponorogo, MWC NU Kecamatan Sampung, Forkopimda Kabupaten Ponorogo, Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, jajaran TNI-Polri, Forkopimcam Sampung, pengurus PC GP Ansor Ponorogo, serta jajaran Satkorcab Banser Ponorogo.
Dalam sambutannya, Dwi Agus Prayitno mengatakan Apel Purifikasi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus menata kembali niat, komitmen, dan barisan kader Banser dalam menjalankan amanah organisasi.
“Purifikasi artinya pembersihan, pemurnian, dan penataan kembali niat serta barisan kita. Ingatlah Nawa Prasetya Banser dan Bai’at yang baru saja kalian ucapkan,” kata Dwi Agus Prayitno.
![]() |
| Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita juga hadir di acara Apel Purifikasi Banser Ponorogo |
Menurut dia, Banser tidak dibentuk untuk menunjukkan kekuatan semata. Yg Keberadaan Banser merupakan bagian dari sejarah perjuangan ulama dan NU. “Banser lahir bukan untuk gagah-gagahan di jalanan. Banser dibentuk bukan untuk mencari tepuk tangan,” ujarnya.
Ia menegaskan tugas utama Banser adalah menjaga kehormatan ulama, mengabdi kepada NU, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Banser lahir dari rahim perjuangan para kiai. Tugas utama dan pertama adalah menjadi benteng ulama, benteng Nahdlatul Ulama, dan Khadimul Ulama,” tegasnya. (yani)


