Kisah Jabal Tsur, Mengajarkan Kalau Allah Tetap Bersama Kita
![]() |
| Kalau kita teliti gunung ini ada tangga menuju goa Tsur tempat sembunyi |
Setelah perjalanan tour city KBIHU Alharomain Ponpes Darul Huda Mayak Ponorogo ke Jabal Nur tempat wahyu pertama turun ke Nabi Muhammad SAW, selanjutnya perjalanan menuju Jabal Tsur. Gunung batu kapur yang tinggi dan gersang ini terletak sekitar 5 km di sebelah selatan Masjidil Haram, Makkah. Ketinggiannya kurang lebih 750 meter dari permukaan laut.
Jurnalis Ponorogo Pos Group MUHAMMAD YANI yang ikut dalam rombongan tour city melaporkan untuk laporan ke 2. Rupanya yang bikin gunung ini terkenal bukan pemandangannya, melainkan satu gua kecil di puncaknya yang jadi saksi peristiwa paling genting dalam sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW.
Tahun ke-13 kenabian, tekanan Quraisy ke umat Islam di Makkah udah di titik puncak. Penyiksaan, boikot, ancaman pembunuhan jadi makanan sehari-hari. Abu Thalib meninggal, Khadijah juga. Nabi SAW kehilangan dua pelindung terbesarnya.
Puncaknya, para pemuka Quraisy berkumpul di Darun Nadwah. Mereka sepakat: Muhammad harus dibunuh malam itu juga. Tapi biar nggak ada balas dendam dari Bani Hasyim, mereka kirim satu pemuda dari tiap kabilah. Semua nusuk bareng, jadi darahnya tertumpah ke banyak kabilah. Rencana licik.
![]() |
| Rombongan tour city KBIHU Alharomain |
Malam itu Jibril datang ke Nabi Muhammad SAW "Jangan tidur di tempat tidurmu malam ini. Keluarlah dari Makkah ke rumah Abu Bakar. Biasanya Nabi datang siang atau sore, kali ini malam-malam. Abu Bakar langsung paham ada yang besar terjadi.
"Kita diizinkan keluar, wahai Abu Bakar," kata Nabi. "Demi bapak dan ibuku, ya Rasulullah, aku akan menemanimu," jawab Abu Bakar.
Mereka rencanain semuanya diam-diam. Ali bin Abi Thalib ditugaskan tidur di tempat tidur Nabi buat ngecoh Quraisy.
Asma binti Abu Bakar bertugas bawa makanan. Abdullah bin Abu Bakar jadi mata-mata, dengar-dengar kabar di Makkah siang hari, lalu lapor malam hari. Amir bin Fuhairah gembalakan kambing Abu Bakar buat hapus jejak kaki mereka.
Abdullah bin Urayqit, seorang penunjuk jalan non-Muslim yang dipercaya, disewa buat tunjukkan jalan ke Madinah.
Daripada langsung ke Madinah yang jalannya utara, mereka malah ke selatan. Ke Jabal Tsur. Ini trik buat ngecoh. Siapa nyangka orang yang mau kabur ke utara malah turun ke selatan dulu.
Mereka sampai di gua Tsur saat malam sudah larut. Gua ini kecil banget. Tingginya cuma sekitar 1.25 meter, jadi harus merangkak masuk. Lebarnya juga cuma muat 3-4 orang. Pintunya menghadap ke utara, ke arah Makkah.
Abu Bakar masuk duluan. Dia takut ada ular, kalajengking, atau duri yang bisa nyakiti Nabi. Dia sobek bajunya buat nutup lubang-lubang di dinding gua. Masih ada satu lubang, dia tutup pakai kakinya sendiri.
Nabi Muhammad SAW masuk dan langsung tertidur di pangkuan Abu Bakar karena kelelahan. Tiba-tiba ada sesuatu nyengat kaki Abu Bakar. Racunnya sakit banget, tapi Abu Bakar nggak gerak sedikit pun. Dia takut Nabi kebangun. Air matanya netes karena nggak kuat nahan sakit, netes ke wajah Nabi. Nabi bangun dan mengoleskan air liurnya ke kaki Abu Bakar, sembuh seketika.
Mereka tinggal di gua itu 3 hari 3 malam. Tanggal 1, 2, dan 3 Rabiul Awal. Pagi harinya, Quraisy panik karena Nabi nggak ada di tempat tidur. Mereka tanya Ali, tanya orang-orang, lalu umumkan hadiah 100 unta buat siapa aja yang bisa bawa Muhammad hidup atau mati.
Pasukan pencari menyebar. Jejaknya ketemu sampai kaki Jabal Tsur. Mereka naik dan sampai di depan mulut gua. Abu Bakar yang di dalam cemas banget. Dari celah gua dia bisa lihat kaki-kaki mereka.
"Wahai Rasulullah, kalau salah satu dari mereka melihat ke bawah kakinya, pasti dia akan melihat kita," bisik Abu Bakar.
Nabi Muhammad SAW tenang aja. Jawabnya jadi ayat yang menenangkan sampai sekarang: "Laa tahzan, innallaha ma'ana" "Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."
Di luar gua, pasukan Quraisy berhenti. Mereka heran. Menurut riwayat, Allah memerintahkan laba-laba untuk menenun sarang tebal di mulut gua, dan dua merpati liar datang bertelur di sana. Buat orang Quraisy, mustahil ada orang masuk ke gua kalau sarang laba-laba masih utuh dan ada telur burung. "Kalau ada yang masuk, sarangnya pasti rusak," kata mereka. Akhirnya mereka pergi.
Yang menarik: kisah laba-laba dan merpati ini populer banget, tapi haditsnya lemah menurut beberapa ulama. Yang shahih dan pasti adalah perkataan Nabi Muhammad SAW "Allah bersama kita" dan fakta bahwa mereka memang tidak ditemukan.
Malam ketiga, Abdullah bin Urayqit datang bawa dua unta. Asma binti Abu Bakar juga datang bawa bekal. Karena nggak ada tali, dia sobek ikat pinggangnya jadi dua buat ngiket kantong makanan. Dari sinilah dia dapat gelar _Dzatin Nithaqain_, "pemilik dua ikat pinggang".
Mereka keluar dari gua malam hari, menghindari jalur biasa. Abdullah bin Urayqit bawa mereka lewat jalur pesisir yang jarang dilalui, sampai akhirnya selamat sampai Quba, dekat Madinah.
Gunung Tsur jadi Penting?
1. Bukti tawakkal dan ikhtiar. Nabi Muhammad SAW tetap buat rencana rapi, pakai penunjuk jalan, hapus jejak. Tapi saat terjepit, beliau serahkan ke Allah.
2. Bukti persahabatan Abu Bakar: Rela nyawanya jadi taruhan, nutup lubang gua pakai kaki, nemenin di saat paling bahaya. Makanya Abu Bakar disebut _Ash-Shiddiq_ dan _Shahibul Ghār_, "sahabat penghuni gua".
3. Bukti pertolongan Allah: Pasukan yang niatnya membunuh, berhenti tepat di depan pintu gua tapi nggak melihat.
Sekarang gua Tsur masih ada dan jadi tempat ziarah. Jalannya curam dan berbatu, butuh 1.5-2 jam naik turun buat orang yang fit. Di dalam gua masih keliatan bekas lubang-lubang yang dulu ditutup Abu Bakar. (ist)

